Mengenal Yoga: Olahraga yang Menyehatkan Tubuh dan Jiwa
Bagaimana mungkin berdiam diri bisa disebut olahraga? Justru di situ keajaiban yoga: menata napas ternyata bisa menata otot, tidur, bahkan kimia dalam darah.
Bagaimana mungkin berdiam diri bisa disebut olahraga? Pertanyaan itu wajar muncul saat melihat orang beryoga: diam memegang satu pose, napas pelan, wajah tenang. Tidak ada bola, tidak ada lawan, tidak ada peluit. Tapi justru di situ keajaibannya. Yoga, praktik kuno dari India, kini populer di seluruh dunia, dan manfaatnya menjangkau lebih jauh dari otot: sampai ke pikiran, bahkan jiwa.
Mulailah dari yang paling terlihat: kekuatan dan fleksibilitas. Berbagai pose yoga menguatkan otot dan melenturkan tubuh. Dilatih rutin, ia membantu mencegah cedera dan mengurangi nyeri otot (1). Tubuh yang lentur itu seperti bambu muda: ditiup angin ia meliuk, bukan patah.
Dari kelenturan lahir keseimbangan. Pose-pose yoga menuntut konsentrasi dan kesadaran penuh atas tubuh sendiri, dan dari situ keseimbangan serta koordinasi terasah (2). Coba saja berdiri dengan satu kaki sambil melamun. Tidak bisa.
Lalu ada urusan yang lebih dalam: stres. Teknik pernapasan mendalam dan meditasi dalam yoga membantu meredakan stres, kecemasan, dan depresi. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa praktik yoga yang teratur dapat menurunkan kortisol, si hormon stres (3). Menakjubkan bukan, bahwa menata napas bisa menata kimia dalam darah?
Tidur pun kebagian berkahnya. Yoga merangsang sistem saraf parasimpatik, bagian tubuh yang bertugas mengajak kita rileks, sehingga tidur lebih nyenyak (4). Kesadaran diri, konsentrasi, dan ketenangan pikiran ikut meningkat; penelitian menunjukkan yoga dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan (5). Bahkan energi harian naik, karena sirkulasi darah dan oksigen ke seluruh tubuh makin lancar (6). Tubuh manusia memang dirancang cermat: dirawat sedikit, membalas berlipat.
Jenisnya beragam, tinggal pilih. Ada Hatha Yoga yang santai, ada Vinyasa atau Power Yoga yang lebih dinamis. Cobalah kelas yang sesuai kebutuhan dan kemampuanmu, lalu rasakan sendiri bagaimana tubuh dan jiwa sama-sama disehatkan.
Sumber:
(1) Harvard Health Publishing. (2015). The health benefits of yoga. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-health-benefits-of-yoga
(2) Mayo Clinic. (2019). Yoga: Fight stress and find serenity. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/yoga/art-20044733
(3) American Psychological Association. (2011). Yoga for anxiety and depression. https://www.apa.org/monitor/2009/04/yoga
(4) National Sleep Foundation. (n.d.). Can Exercise Help You Sleep Better? https://www.sleepfoundation.org/exercise
(5) Pilkington, K., Kirkwood, G., Rampes, H., & Richardson, J. (2005). Yoga for depression: The research evidence. Journal of Affective Disorders, 89(1-3), 13-24. https://doi.org/10.1016/j.jad.2005.08.013
Tinggalkan Komentar
Email Anda tidak akan dipublikasikan.
Post Terkait
Menjelajahi Kelezatan Dunia Kuliner: Sebuah Petualangan Rasa
Kata kuliner turun dari culina, bahasa Latin untuk dapur. Dari rendang sampai sushi burrito, tulisan ini menjelajahi bag...
Sejarah dan Evolusi Mesin Mobil: Dari Mesin Uap hingga Listrik
Dari traktor uap Cugnot tahun 1769 sampai mobil listrik hari ini, sejarah mesin mobil ternyata seperti lomba estafet: ua...
Cara Menyusun Rencana Latihan Olahraga yang Efektif
Latihan tanpa rencana itu seperti memasak tanpa resep: bahannya lengkap, hasilnya untung-untungan. Enam langkah sederhan...
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!