Beranda

Hobi

Memperkuat Keterampilan Komunikasi: Cara...

Memperkuat Keterampilan Komunikasi: Cara Berbicara dengan Tepat dan Efektif

Komunikasi berasal dari communicare, menjadikan milik bersama. Percakapan yang baik memang mirip makan bersama: semua kebagian, tidak ada yang pulang lapar.

142 dibaca
Belum ada penilaian

Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communicare, artinya membagikan, menjadikan sesuatu milik bersama. Menarik, bukan? Berbicara ternyata bukan soal mengeluarkan kata-kata, melainkan soal membuat isi kepala saya menjadi milik kita berdua. Kalau begitu, ukuran komunikasi yang baik sederhana saja: apakah yang saya maksudkan sampai utuh di seberang sana?

Dan jalan pertamanya justru bukan bicara, melainkan mendengarkan. Dengarkan sampai selesai. Jangan memotong pembicaraan, jangan pula sibuk menyusun tanggapan selagi lawan bicara masih berbicara. Telinga yang setengah mendengar itu seperti gelas yang dituang sambil miring: separuh isinya tumpah. Kalau ada yang tidak Anda pahami, jangan takut meminta penjelasan lebih lanjut.

Kedua, tubuh kita ikut berbicara. Gunakan bahasa tubuh yang sopan dan ramah: senyuman, pandangan mata yang menyapa. Tetapi ada takarannya. Menatap terus-menerus membuat orang risi, memalingkan muka membuat orang merasa diabaikan.

Ketiga, buat perencanaan sebelum berbicara. Timbang dulu apa yang ingin disampaikan, bagaimana cara terbaik menyampaikannya, dan mengapa Anda ingin mengatakannya. Pesan yang direncanakan keluar dengan jernih dan tertata. Pesan yang asal keluar sering pulang tanpa hasil.

Keempat, jauhi kata-kata negatif. Kata yang kasar atau berbau kebencian bukan hanya melukai, ia juga mengubah cara orang memandang Anda dan pesan yang Anda bawa. Reaksi yang kembali pun jarang yang baik.

Kelima, jangan takut bertanya bila belum yakin dengan maksud lawan bicara. Bertanya bukan tanda bodoh. Ia tanda Anda sungguh ingin mengerti, tanda Anda berpikir kritis dan tertarik pada topik yang sedang dibahas.

Terakhir, berlatihlah secara berkala. Keterampilan komunikasi tumbuh seperti otot: dipakai, dilatih, diulang. Berbicaralah dengan orang-orang yang Anda percayai, sambil memperhatikan bahasa tubuh dan intonasi suara Anda sendiri. Lama-lama percaya diri itu datang tanpa diundang.

Communicare, menjadikan milik bersama. Mungkin itu sebabnya percakapan yang baik selalu terasa seperti makan bersama: semua kebagian, tidak ada yang pulang lapar.

Sumber: Carnegie, D. (1936). How to Win Friends and Influence People. Simon and Schuster; Harvard Business Review (2016). HBR Guide to Better Business Writing. Harvard Business Review Press; Pease, A. & Pease, B. (2004). The Definitive Book of Body Language.

  • Tag:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait

Menjelajahi Kelezatan Dunia Kuliner: Sebuah Petualangan Rasa

Kata kuliner turun dari culina, bahasa Latin untuk dapur. Dari rendang sampai sushi burrito, tulisan ini menjelajahi bag...

anu
15 Mar 2024

Sejarah dan Evolusi Mesin Mobil: Dari Mesin Uap hingga Listrik

Dari traktor uap Cugnot tahun 1769 sampai mobil listrik hari ini, sejarah mesin mobil ternyata seperti lomba estafet: ua...

anu
15 Jun 2023

Cara Menyusun Rencana Latihan Olahraga yang Efektif

Latihan tanpa rencana itu seperti memasak tanpa resep: bahannya lengkap, hasilnya untung-untungan. Enam langkah sederhan...

anu
14 Jun 2023

© 2026 . Semua hak dilindungi.

Powered by LONTAR CMS v1.85.0