Beranda

Komik

Asterix di Tengah-tengah Orang Swis

Asterix di Tengah-tengah Orang Swis

Pemeriksa keuangan Romawi diracun karena menyelidiki korupsi, dan penawarnya hanya bunga edelweiss di pegunungan Swiss. Ulasan Asterix di Tengah-tengah Orang Swis beserta komiknya.

Asterix di Tengah-tengah Orang Swis
201 dibaca
Belum ada penilaian

Memuat dokumen PDF...

Seorang pemeriksa keuangan diracun karena menyelidiki korupsi seorang pejabat. Ini bukan berita hari ini. Ini komik Asterix di Tengah-tengah Orang Swiss (Astérix chez les Helvètes), terbit puluhan tahun lalu. Korupsi memang penyakit yang awet.

Ceritanya bermula ketika Inspektur Keuangan Romawi bernama Bhathukrhejanhus datang ke desa Galia untuk menyelidiki korupsi yang dilakukan Gubernur Condate, Malarius. Sebelum sempat melaporkan temuannya, ia diracun oleh sang gubernur. Nyawanya hanya bisa diselamatkan oleh ramuan penawar, dan Panoramix, tabib desa, tahu resepnya. Masalahnya satu: penawar itu harus mengandung bahan yang sangat langka, Bunga Bintang Perak alias edelweiss, yang hanya tumbuh di pegunungan Helvetia, Swiss.

Maka Asterix dan Obelix diutus dalam perjalanan berbahaya ke Swiss untuk mencari bunga itu. Sepanjang jalan, Gubernur Malarius berusaha keras menghentikan mereka. Logikanya sederhana: kalau ramuan penawar tidak jadi dibuat, rahasia korupsinya aman. Kejahatan selalu berusaha memotong jalan menuju kesembuhan.

Di Swiss, mereka bertemu orang-orang Helvetia yang terkenal dengan keteraturan, kebersihan, dan kecintaan pada fondue. Bagian inilah yang paling menggelikan. Ada urusan serius soal nyawa, tetapi Asterix dan Obelix malah harus menghadapi situasi lucu seputar lubang keju yang terkenal dan tata cara makan fondue yang unik. Bank rahasia, keteraturan yang ketat, fondue: stereotip Swiss diparodikan satu per satu.

Setelah berbagai petualangan di pegunungan dan berurusan dengan pihak Romawi di sana, keduanya berhasil mendapatkan Bunga Bintang Perak dan kembali tepat waktu. Panoramix meramu penawarnya, dan Inspektur Bhathukrhejanhus pun selamat.

Sebuah bunga kecil di puncak gunung untuk melawan racun di meja kekuasaan. Perbandingan itu tinggal lama di kepala saya. Yang menyembuhkan memang sering harus dicari jauh dan didaki tinggi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

Post Terkait

Balas Dendam

Judul kedua Trigan yang diterbitkan Gramedia ini berkisah tentang dendam lama yang meledak menjadi krisis kerajaan. Dend...

18 Mar 2026

Lima Tantangan Maut

Seri pertama Trigan edisi Indonesia memperkenalkan planet Elekton, peradaban Romawi kuno berteknologi futuristis, lewat...

18 Mar 2026

Tintin dan Picaros

Petualangan lengkap terakhir yang selesai ditulis Hergé: penyelamatan Castafiore di San Theodoros yang berujung kudeta,...

16 Mar 2026

© 2026 . Semua hak dilindungi.

Powered by LONTAR CMS v1.85.0