Cerita dimulai ketika terjadi serangkaian ledakan aneh pada mobil-mobil karena bensin yang dipakai telah disabotase. Tintin menyelidiki kasus ini dan jejaknya membawanya ke Timur Tengah, ke tengah intrik politik, perebutan pengaruh, dan kepentingan atas minyak bumi. Halaman resmi Tintin menekankan bahwa album ini berlatar sangat realistis karena pentingnya minyak secara ekonomi, politik, dan strategis menjadi unsur utama ceritanya.
Dalam petualangan ini, Tintin harus menghadapi para penjahat yang memanfaatkan kekacauan politik dan krisis energi untuk keuntungan mereka sendiri. Jadi inti kisahnya adalah: Tintin membongkar sabotase bahan bakar dan terseret ke konflik politik-ekonomi di Timur Tengah. Edisi Indonesia Gramedia juga merangkum album ini sebagai petualangan Tintin dan Milo yang mengungkap intrik perebutan “emas hitam”, yaitu minyak bumi.